Mimpi - Tafsir Mimpi menurut Islam

on Senin, 06 April 2009

Sebelum mendownload ebook tafsir mimpi berikut :

- e-book Tafsir mimpi menurut Islam dan Barat, download disini

- e-book 1001 tafsir mimpi, download disini

Alangkah baiknya Anda baca dulu posting berikut : soalna mimpi itu (baik,buruk) tetap dipengaruhi pikiran, sebab itulah, kita perlu referensi untuk meluruskan mainstreem, biar semua mimpi itu menjadi awal baik bagi kita. .... ya udah nie ....posting na :

“Secara prinsip, mimpi yang baik itu bersumber dari aneka amal yang benar dan mengingatkan akan aneka akibat dari berbagai urusan. Dari mimpi yang baik itu muncullah aneka perintah, larangan, berita gembira, dan peringatan. Sebab ada nabi yang wahyunya berupa mimpi. Orang yang menerima wahyu melalui mimpi disebut Nabi, orang yang menerima ucapan malaikat saat dia terjaga disebut Rasul. Inilah yang membedakan antara nabi dan rasul.” Kata Ustadz Abu Sa’ad al-Wa’izh.

Sementara Abu Ali Hamid bin Muhammad bin Abdullah ar-Rafa` memberitahukan kepada kami, dari Muhammad ibnul-Mughirah, dari Makki bin Ibrahim, dari Hisyam bin Hasan, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :
“Jika masa semakin dekat, mimpi seorang muslim nyaris tidak pernah dusta. Muslim yang paling benar mimpinya adalah yang paling jujur perkataannya. Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian. Mimpi ada tiga macam: mimpi yang baik sebagai berita gembira dari Allah ‘azza wa jalla, mimpi seorang muslim yang dialami oleh dirinya sendiri, dan mimpi sedih yang berasal dari setan. Jika salah seorang di antara kamu mengalami mimpi yang tidak disukai, janganlah menceritakannya kepada orang lain, bangunlah, kemudian shalatlah.” (Muttafaq ‘alaih)

Ustadz Abu Sa’ad berkata, “… Hadits-hadits yang kami riwayatkan tersebut menunjukkan bahwa mimpi itu memang sesuatu yang benar secara substansial dan bahwa mimpi itu memiliki ketentuan dan dampak.”

Di antara pertanda yang menunjukkan kebenaran mimpi ialah :

1. Saat Nabi Ibrahim A.S. tidur, Allah memperlihatkan kepadanya seolah-olah dia menyembelih putranya. Setelah bangun, dia pun melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya saat tidur. Allah Ta’ala mengisahkan kejadian tersebut, “Maka tatkala anak itu mencapai kesanggupan berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka, pikirkanlah apa pendapatmu!’ Dia menjawab, ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’” (ash-Shaaffat: 102). Setelah Ibrahim A.S. memahami mimpinya dan berupaya melaksanakannya, lalu Allah memberinya jalan keluar karena kasih-sayang-Nya, dia mengetahui bahwa mimpi itu merupakan hukum.

2. Mimpi yang dialami Nabi Yusuf A.S., yang dikisahkan Allah dalam Al-Qur`an sebagai kisah yang populer dan terkenal.

3. Abu Sa’id Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim meriwayatkan kepada kami dari Ali bin Muhammad al-Waraq, dari Ahmad bin Muhammad bin Nashr, dari Yusuf bin Bilal, dari Muhammad bin Marwan al-Kalbi, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas bahwa Aisyah berkata: “Rasulullah terkena sihir. Maka, beliau jatuh sakit, sehingga kami mengkhawatirkannya. Ketika beliau berada antara tidur dan terjaga, tiba-tiba turun dua malaikat: yang satu berada di dekat kepala Rasulullah dan yang lain berada di dekat kaki beliau. Malaikat yang berada dekat kepala berkata kepada malaikat yang berada dekat kaki, “Mengapa dia sakit?” Malaikat bertanya demikian supaya Nabi SAW memahami persoalannya, temannya menjawab, “Terkena sihir”.”Siapa yang melakukannya?”,”Lubaid bin A’sham, orang Yahudi”.”Di mana dia melakukannya?,”Di sumur Dzarwan”.”Bagaimana mengobatinya?”,”Kirimlah orang ke sumur itu dan keringkan airnya. Jika tampak sebuah batu besar, singkirkanlah karena di bawahnya terdapat tali busur yang berpintal sebelas dan diletakkan di dalam kantong. Setelah itu bakarlah ia. Insya Allah dia sembuh. Jika dia menyuruh orang, hendaknya dia mengeluarkan kantong itu.”Ibnu Abbas melanjutkan, “Nabi pun bangun dan beliau telah memahami apa yang dikatakan kepadanya oleh malaikat. Beliau menyuruh ‘Ammar bin Yasir dan sekelompok sahabatnya ke sumur tersebut yang airnya telah berubah seperti inai. Kemudian sumur itu dikeringkan. Setelah tampak batu besar, ia pun digulingkan, dan tampaklah di bawahnya kantong yang berisikan tali busur bersimpul sebelas. Kemudian mereka membawanya kepada Rasulullah. Maka, turunlah surah al-Falaq dan surah an-Naas. Kedua surah ini berjumlah 11 ayat dan sama dengan banyaknya buhul yang berjumlah 11 pula. Setiap kali beliau membaca satu ayat, lepaslah satu buhul. Setelah seluruh buhulnya terbuka, Rasulullah dapat bangkit dan seolah-olah terlepas dari ikatan. Buhul itu pun dibakar. Nabi menyuruh kita berlindung kepada Allah melalui kedua surah tersebut. Lubaid mengunjungi Rasulullah. Meskipun beliau menceritakan kejadian di atas, pada wajah Lubaid tidak tampak perubahan apa pun.”

4. Kebenaran mimpi selanjutnya adalah dalam bentuk pertanyaan, “kenapa Anda Sholat Istikhroh?”

5. Ustadz Abu Sa’ad berkata, “Aku melihat bahwa ilmu itu terdiri atas beberapa jenis, di antaranya :

- .........Ada yang bermanfaat bagi dunia, tetapi tidak bermanfaat bagi agama;
.........Ada yang bermanfaat bagi dunia dan agama. Ilmu tentang mimpi termasuk ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan agama.

6. Ustadz Abu Sa’ad berkata, “Orang perlu menegakkan tata kesopanan agar mimpinya mendekati kebenaran. Di antara adab kesopanan itu ialah membiasakan diri berkata jujur. Nabi bersabda dalam hadits muttafaq alaih, ‘Orang yang paling benar mimpinya ialah yang paling benar perkataannya.”

-...........Adab tidur ialah dengan punya wudhu. Abu Dzar berkata, “Kekasihku (Muhammad saw.) memberikan tiga pesan kepadaku yang tidak pernah aku tinggalkan hingga mati. Yaitu, puasa tiga hari pada setiap bulan, dua rakaat shalat fajar, dan tidak tidur kecuali punya wudhu.” Demikian yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

.............Adab tidur lainnya ialah dengan berbaring ke sisi kanan tubuh karena Nabi SAW menyukai bagian kanan dalam segala hal. Diriwayatkan bahwa beliau tidur pada sisi kanan tubuhnya seraya meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanan, lalu berdoa, “Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu pada saat Engkau mengumpulkan hamba-hamba-Mu.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud)


Mimpi terbagi dua macam :

a. Mimpi yang benar, mimpi yang benar ialah yang dialami manusia tatkala kondisi psikologisnya seimbang dan keadaan cuaca sedang seperti ditandai oleh bergoyangnya pepohonan hingga berjatuhannya dedaunan. Mimpi yang benar tidak didahului dengan adanya pikiran dan keinginan akan sesuatu yang kemudian muncul dalam mimpi. Kebenaran mimpi juga tidak ternodai oleh peristiwa junub dan haid.

b. Mimpi yang batil, yaitu mimpi yang ditimbulkan oleh bisikan nafsu, keinginan, dan hasrat. Mimpi demikian tidak dapat ditakwilkan. Demikian pula mimpi “basah” dan mimpi lain yang mewajibkan mandi dikategorikan sebagai mimpi yang batil karena tidak mengandung makna. Sama halnya dengan mimpi yang menakutkan dan menyedihkan karena berasal dari setan. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.” (al-Mujaadilah: 10)

Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, disunnahkan melakukan lima perbuatan, yaitu :

1. Mengubah posisi tidur;

2. Meludah ke kiri sebanyak tiga kali;

3. Memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk;

4. Bangun dan shalat, dan

5. Tidak menceritakan mimpinya kepada siapa pun.


Etika pelaku mimpi ialah :

1. Dia tidak menceritakan mimpinya kepada orang yang hasud sebagaimana dikatakan Ya’kub kepada Yusuf, “Ayahnya berkata, ‘Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka akan membuat makar untuk membinasakanmu.’” (Yusuf: 5)

2. Jangan menceritakan mimpinya kepada orang yang bodoh. Nabi SAW bersabda, “Janganlah kamu menceritakan mimpimu kecuali kepada orang yang dicintai atau kepada orang yang pandai.”

3. Janganlah menceritakan mimpi kecuali secara rahasia karena dia pun melihatnya secara rahasia pula. Jangan menceritakannya kepada anak-anak dan wanita. Sebaiknya mimpi itu diceritakan menjelang awal tahun dan pada pagi hari, bukan sesudah keduanya lewat.

Etika pentakwil ialah sebagai berikut:

1. Jika saudaranya menceritakan mimpi kepadanya, maka katakanlah, “Aku kira ..mimpi itu baik.”

2. Hendaknya menakwilkan mimpi dengan cara yang paling baik. Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Mimpi akan terjadi sebagaimana ia ditakwilkan.” Juga diriwayatkan bahwa beliau bersabda, “Mimpi itu bagaikan kaki yang menggantung selama belum diungkapkan. Jika telah diungkapkan, maka terjadilah.” Demikian yang disebut dalam as-Silsilah ash-Shahihah.

3. Menyimak mimpi dengan baik, kemudian menjawab si penanya dengan jawaban yang mudah dipahami.

4. Jangan tergesa-gesa menakwilkan mimpi. Lakukanlah dengan hati-hati.

5. Menyembunyikan mimpi dan tidak menyebarkannya sebab ia merupakan amanat.

6. Jangan menakwilkan mimpi ketika matahari terbit, ketika tergelincir, dan ketika terbenam.

7. Memperlakukan pelaku mimpi secara berbeda. Janganlah menakwilkan mimpi raja seperti menakwilkan mimpi rakyat, sebab mimpi itu berbeda karena perbedaan kondisi pelakunya.

8. Merenungkan mimpi yang dikemukakan kepadanya. Jika mimpi itu baik, maka takwilkanlah dan sampaikanlah kabar gembira kepada pelakunya sebelum mimpi itu ditakwilkan. Jika mimpi itu buruk, maka janganlah menakwillkannya atau takwilkanlah bagian mimpi yang takwilnya paling baik. Jika sebagian mimpi itu merupakan kebaikan dan sebagian lagi keburukan, maka bandingkanlah keduanya, lalu ambillah mimpi yang paling tepat dan paling kuat pokoknya. Jika pentakwil mengalami kesulitan, bertanyalah kepada pelaku mimpi ihwal namanya, lalu takwilkannya berdasarkan namanya itu.


Demikian deskripsi singkat tentang mimpi dan tafsir tafsir mimpi, sekalipun hal ini cukup kaya bagi orang yang mau merenungkannya dan mencermati maknanya, karena mimpi sebagian kecil media bagi Allah SWT menyampaikan ayat-ayat_Nya (Tanda-tanda) kepada kita semua.

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari ilmu yang tidak bermanfaat, perut yang tidak pernah kenyang, nafsu yang tidak mau tunduk, doa yang tidak diterima, tabiat yang menyeret kepada ketamakan, dan ketamakan yang tidak pernah berakhir. Sesungguhnya Allah Ta’ala Mahakuasa atas segala yang dikehendaki-Nya, serta Maha melakukan apa yang dituju-Nya. Cukuplah bagiku Allah. Dialah sebaik-baik Pelindung. Amin

(Diolah dari beberapa sumber)

9 komentar:

Dawam DJS mengatakan...

alhamdulillah pagi yang berkah dari Allah.
Semoga kita terjaga dari perkataan yang dilebih-lebihkan sehingga kita berkata jujur... dan dapat menjadikan amal yang didasarkan pada ilmu yang benar sebagai bagian dari kehidupan kita... amin.

Dawam DJS mengatakan...

mengapa jam komentar sebelumnya tidak sesuai dengan jam di laptop saya?

Selalu Tersenyum mengatakan...

alhamdulillah........

semoga smoga qta smua slalu berada dalam lindungan Allah SWT dalam tidur qta

Amin.........

Mushawwir mengatakan...

apakah mimpi di pagi hari mempunyai makna? (ketiduran setelah shalat subuh)

Anonim mengatakan...

Saya bermimpi saya di dalam kubur dikafan dan sedang disoal oleh malaikat.

Anonim mengatakan...

Saya bermimpi berbual dgn seseorang dan mulut saya berbau busuk katanya,tapi saya tidak bau busuk?apa maknanya?

nury mengatakan...

aku bermimpi menginjak kotoran ayam.... kira-kira kenapa ya..???

Anonim mengatakan...

yang dimaksud tidak menceritakan mimpi buruk ke siapapun itu,apakah orang yang hasud n orang bodoh??

Anonim mengatakan...

Sepupu aq mimpi klo aq tuh melahirkan....
itu apa artix?????????

Poskan Komentar

Website counter